<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Agung Purbayana News &#187; melamar kerja</title>
	<atom:link href="http://agungpurbayana.info/tag/melamar-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agungpurbayana.info</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 07 Apr 2010 07:59:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Pengalaman Melamar Menjadi Dosen</title>
		<link>http://agungpurbayana.info/menjadi-dosen/</link>
		<comments>http://agungpurbayana.info/menjadi-dosen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 16:43:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[gaji dosen]]></category>
		<category><![CDATA[melamar kerja]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi dosen]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[<p align="justify">Dua bulan yang lalu saya mendapat informasi dari seorang kerabat bahwa dibutuhkan tenaga edukatif (dosen) di suatu perguruan tinggi baru di Denpasar. Kerabat saya ini dengan semangat tinggi menginformasikan bahwa perguruan ini lebih mengutamakan tenaga edukatif tetap dibandingkan tenaga edukatif honorer.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Dua bulan yang lalu saya mendapat informasi dari seorang kerabat bahwa dibutuhkan tenaga edukatif (dosen) di suatu perguruan tinggi baru di Denpasar. Kerabat saya ini dengan semangat tinggi menginformasikan bahwa perguruan ini lebih mengutamakan tenaga edukatif tetap dibandingkan tenaga edukatif honorer. Perlu diketahui kerabat saya ini adalah seorang dosen di suatu perguruan tinggi swasta di Denpasar, ia juga menyarankan saya untuk mengambil lowongan ini sebagai tenaga edukatif tetap saja dibandingkan tenaga honorer.</p>
<p><span id="more-103"></span></p>
<p align="justify">Mendapat saran ini dengan semangat tinggi juga saya melengkapi segala kebutuhan administrasi yang diminta, heran juga mengapa saya semangat sekali mengambil lowongan menjadi dosen ini. Saya sampai-sampai melepas satu proyek jaringan wifi di daerah Flores, NTT, untuk mengikuti rangkaian wawancara yang telah ditentukan oleh perguruan tinggi ini saking semangatnya ingin menjadi dosen <img src='http://agungpurbayana.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p align="justify">Setelah mengikuti 3 kali wawancara yang intinya meminta komitmen para pelamar untuk bersedia paling tidak selama 2 tahun tidak akan meninggalkan perguruan ini bila dinyatakan sudah diterima sebagai tenaga edukatif tetap. Sampai disini saya mulai berpikir, seberapa besar kira-kira salari yang akan diberikan sehingga meminta komitmen yang seperti itu.</p>
<p align="justify">Ketentuan jam kerja untuk menjadi dosen tetap di tempat ini adalah jam 7.30 Wita harus sudah siap di kampus dan pulang kerja sekitar pukul 16.30 Wita. Khusus untuk hari Sabtu pulang kerja pukul 15.00 Wita. Hitung sendiri berapa jam kerja dalam satu minggunya.  Semua syarat tersebut saya oke-oke saja, tinggal menunggu wawancara akhir yaitu berapa salari yang akan mereka tawarkan.</p>
<p align="justify">Akhirnya tibalah jawaban yang paling menentukan dari semua sessi wawancara ini yaitu salari yang akan diberikan bila kita bersedia mengikuti semua ketentuan yang disebutkan diatas tadi. Wawancara dimulai dengan pertanyaan mengapa melamar menjadi dosen, bahwa gaji dosen itu tidak besar dan banyak hal bisa dilakukan bila kita menjadi dosen walaupun gajinya tidak seberapa dan seterusnya. Dan akhirnya keluar juga kalimat yang saya tunggu-tunggu bahwa untuk menjadi dosen tetap ditempat ini dibayar tidak lebih dari satu juta rupiah sebulan (take home pay) dengan kondisi kerja seperti yang disebutkan diatas tadi. Bagaimana menurut Anda?</p>
<p align="justify">Kaget? Tidak juga. Saya hanya berpikir untuk menjadi dosen tetap itu ternyata dibutuhkan pengorbanan yang tinggi dengan gaji yang menurut saya pribadi sangat-sangat minim dibandingkan waktu yang harus di berikan; jam kerja penuh dari pagi sampai sore, dari hari Senin sampai Sabtu. Tentu saja saya tidak tahu apakah ini juga berlaku di perguruan tinggi lainnya, yang saya tahu kerabat yang memberi saya informasi tersebut enjoy saja menjadi dosen di almamaternya.</p>
<p align="justify">Sampai sekarang saya pun tidak mengerti mengapa saya begitu semangat mengikuti lowongan itu. Padahal saat itu saya tidak sedang kesulitan dalam pekerjaan, keuangan, dan bahkan dengan nyaman saya melepaskan satu proyek network favorit saya. Ternyata dunia sekolah memiliki magnet tersendiri bagi saya. Sayang sekali!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungpurbayana.info/menjadi-dosen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
