Semantics: Inisiasi 5

semanticsPada minggu ke-5 ini Semantics memberikan inisiasi mengenai lanjutan hakikat makna, dan beberapa pendekatan yang dilakukan pakar linguistik mengenai makna dalam bahasa. Beberapa pendekatan konseptual, antara lain konsepsi kata ke benda, konsepsi kata ke konsep benda, uraian selengkapnya silakan dilihat pada inisiasi dibawah ini:

Hakikat Makna 2

Saudara mahasiswa selamat berjumpa kembali pada tuton kali ini. Materi kali ini merupakan lanjutan dari materi tuton minggu lalu. Seperti yang tertera pada penjelasan minggu lalu bahwa ada beberapa pendekatan yang dilontarkan oleh para pakar linguistik mengenai makna dalam bahasa, berikut ini beberapa contoh pendekatan menurut para pakar tersebut.

Pendekatan Konseptual
Pendekatan konseptual ini pada dasarnya berpaham bahwa dalam setiap satuan ujaran terkandung suatu konsep, ide, gagasan mengenai sesuatu yang ada, terjadi atau berlangsung. Berkaitan dengan cara seseorang dalam menjelaskan makna kata, (Crystal, 1989) menyebutkan ada tiga konsepsi makna dalam kajian semantik yang dapat diuraikan.

Kata Benda
Menurut konsepsi ini makna kata menunjuk kepada benda atau obyek diluar bahasa, kata-kata seperti Jakarta, Surabaya, Ibu, father dan London menggambarkan hal yang nyata atau konkret sehingga bisa dijelaskan maknanya dengan cara ini. Bandingkan misalnya dengan kata-kata seperti manis, sulit, beautiful, ill dan lain sebagainya yang tentunya tidak dapat dijelaskan dengan cara di atas.

Kata Konsep Benda
Konsepsi ini ’menolak’ konsepsi pemaknaan kata di atas (Kata Benda)
Menurut konsepsi ini makna kata dibentuk atas dasar hubungan antara kata dalam pikiran (konsepsi) pengguna bahasa dengan konsep yang berkaitan dengan kata itu berikut rujukannya atau bendanya dan sangat ditentukan oleh konteksnya ketika kata tersebut digunakan, misalnya kata ’demokrasi’ dalam konsepsi ini makna kata ini akan sangat tergantung maknanya pada konsep/pikiran seseorang tentang kata ’demokrasi’ itu.

Konsepsi ini selain dapat menjelaskan makna kata yang konkret juga dapat menjelaskan makna kata yang abstrak. Tetapi teori ini tidak luput dari kelemahan, terutama dalam menjelaskan kaitan antara kata atau simbol dengan konsep. Misalnya, seseorang bertanya kepada si A, Masih tersediakah kursi bagi saya di sini? Dalam menjawab pertanyaaan tersebut, bisa saja ia mengaitkan kata kursi kepada sesuatu yang berkaitan dengan makna kursi secara tidak langsung (makna konotatif), yakni bermakna jabatan atau kedudukan.

Konsep pikiran penutur A ini tentu saja belum tentu sama dengan penutur yang lain yang berkaitan dengan kata tersebut. Oleh karena itu pemaknaan kata akan sangat bergantung pada konsepsi yang ada dalam pikiran penutur A.

Catatan lengkap untuk inisiasi Semantics ke-5 ini dapat diambil di sini.

Tagged as: , , , ,

Leave a Response