Pada minggu ke-5 ini Semantics memberikan inisiasi mengenai serbaneka tentang bahasa, diantaranya mengenai tatabahasa formal, tatabahasa dan leksikon.
Serbaneka Tentang Bahasa I
Salam jumpa bagi Anda peserta tutorial online matakuliah Semantic/PRIS4335. Pada tutorial online kali ini kita akan membahas tentang Serbaneka Tentang Tata Bahasa I. Materi ini akan dijelaskan dalam dua bagian yaitu minggu ini dan pada inisiasi berikutnya yaitu minggu depan (Serbaneka Tentang Tata Bahasa II) Baiklah saudara, selamat mengikuti.
Tatabahasa Formal
Aliran tata bahasa formal (formal grammar) memandang bahwa analisis terhadap kategori-kategori tata bahasa – misalnya jenis kata, tenses, singular/plural dan sebagainya- tidak harus dihubungkan dengan analisis yang selalu berdasarkan makna atau pembahasan grammar tidak mesti dikaitkan dengan pembahasan semantik (makna).Salah satu aliran tata bahasa formal dalam menganalisis kategori-kategori tatabahasa dan memisahkannya dari pembahasan yang berdasarkan semantik adalah mereka beranggapan bahwa makna seringkali menunjukkan sesuatu yang sangat luas dan kabur dan tidak mudah untuk dibatasi. Misalnya, definisi kata benda (noun) yang berbunyi yaitu kata benda adalah sebuah kata yang dapat dipakai untuk menamai atau menunjukkan sesuatu (benda).
Kata ‘sesuatu’ sulit untuk dibatasi dan membingungkan juga maknanya luas. Bisa saja kita katakan bahwa sesuatu itu misalnya cloud ’awan’, place ’tempat’, atau intelligence ’kepandaian’. Sehingga tidak ada alasan apakah kata-kata itu ’sesuatu’ atau ’tidak’. Contoh lain kata rain ’hujan’ yang ’menunjukkan sesuatu’ (benda), sementara kata rain dalam kalimat It’s raining bukanlah ’sesuatu’ yang menunjukkan benda melainkan verb (kata kerja).
Aliran ini berbeda dengan aliran tata bahasa nosional (notional grammar) yang menyatakan bahwa apa yang terkandung dalam kategori tata bahasa adalah makna sehingga hal itu berkaitan dengan masalah semantik (makna). Ketika menganalisis bahasa, mereka misalnya mendefinisikan ’jamak’ adalah segala sesuatu yang menunjukkan ’lebih dari satu’, kata benda (noun) adalah sesuatu yang menunjuk kepada benda, lampau (past) peristiwa yang sudah terjadi dan sebagainya.
Tata bahasa dan Leksikon
Pengklasifikasian kata –seperti kata-kata penuh (full words), kata bentuk atau fungsi (form or function words) -yang dilakukan para ahli tata bahasa notional (tata bahasa tradisional) dan para ahli tata bahasa formal (tata bahasa modern) perbedaannya hanya pada masalah leksikon dan tata bahasa. Walaupun demikian tata bahasa (grammar) bukan cabang yang hanya mempelajari masalah kata-kata bentuk atau kata-kata fungsi tetapi lebih luas dari itu, misalnya tense, gender, word order, perubahan bentuk kata, morfem dan sebagainya.Dalam tata bahasa modern masalah pembedaan antara tata bahasa dan leksikon dibicarakan dalam konteksnya apakah sebuah kalimat itu gramatikal atau menyimpang dari aturan tata bahasa. Misalnya pada kalimat The girls is in the garden, dengan mudah dapat kita katakan sebagai kalimat yang tidak gramatikal karena subjek kalimat yang plural (The girls) tidak diikuti oleh kata kerja untuk bentuk jamak yang benar yaitu are.
Catatan lengkap untuk inisiasi Semantics ke-6 ini dapat diambil di sini.





